DENPASAR,SERANUSA.COM- Gubernur Bali Wayan Koster telah meletakkan fondasi kuat Bali dengan landasan Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam pembangunan Bali 100 tahun kedepan.
Bali telah berjalan dalam pola Pembangunan Semesta Berencana, Bali Era Baru.
Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali mewajibkan
Pemerintah Provinsi dan kabupaten kota se Bali melakukan percepatan dan pemerataan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Bali unggul.
Payung hukumnya, UU Nomor 15 tahun 2023 tentang Provinsi Bali yang telah memberi kewenangan khusus dan kewajiban bagi Pemprov Bali untuk merancang kebijakan yang melindungi serta meningkatkan kualitas SDM krama Bali.
Selain itu, UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), Pasal 5 ayat (1) dan (2) yang menjamin hak warga negara mendapatkan pendidikan bermutu, serta kewajiban pemerintah menyediakan jalur afirmasi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Berangkat dari visi Nangun Sat Kerthi dan regulasi-regulasi inilah, Gubernur Wayan Koster menghadirkan program satu keluarga satu sarjana.
Untuk memperkuat program ini Koster menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 51 Tahun 2025 tentang Program Satu Keluarga Satu Sarjana.
Koster membangun program ini secara gotong royong. Kurang lebih 28 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta digandeng. Program ini telah berjalan sejak tahun 2025 dengan kuota sekitar 1400 mahasiswa dari keluarga kurang mampu dan rentan ekonomi ekstrem yang belum memiliki sarjana. Pada tahun 2026, Koster menambah penerima manfaat menjadi 2000 calon mahasiswa.
BACA JUGA
Satu Keluarga Dua Sarjana, Langkah Visioner Koster Putus Rantai Kemiskinan Bali
Kini, Gubernur Koster akan menambah kuota menjadi satu keluarga dua sarjana. Langkah visioner Koster merupakan investasi SDM Bali guna menjaga dan melestarikan Bali.
Dengan SDM unggul, Koster berharap kemiskinan di Bali bisa terentaskan. Segala aspek di Bali bisa berjalan beriringan bila SDM-nya memadai di tingkat paling keluarga.
Melalui program 1 Keluarga 1 Sarjana, pemerintah Provinsi Bali berkomitmen menciptakan SDM yang unggul, profesional, dan tetap berpegang teguh pada kearifan lokal. Mimpi anak-anak Bali untuk meraih gelar pendidikan tinggi kini semakin nyata.








