Kok Bisa Ribuan Delegasi WWF ke-10 Tak Pulang ke Negaranya, Ternyata Ini yang Dilakukan di Bali

Delegasi WWF ke-10 tak pulang ke negaranya pasca kegiatan. Mereka kunjungi sejumlah destinasi wisata di Bali.
Delegasi WWF ke-10 tak pulang ke negaranya pasca kegiatan. Mereka kunjungi sejumlah destinasi wisata di Bali.

SERANUSA.COM,DENPASAR-Ribuan delegasi atau peserta World Water Forum (WWF) ke-10 diketahui hingga Minggu (26/5/2024) belum pulang ke negaranya. Para delegasi ini diketahu masih mengunjungi beberapa destinasi terkenal di Bali.

Beberapa bisa disebutkan antara lain Desa Penglipuran, Danau Batur, Museum Subak, Irigasi Tradisional Bali di Jatiluwih, Museum Gunung Api Batur, Nusa Penida, Kebun Raya Bedugul. Mereka umumnya berjalan dalam kelompok yang besar, dan disana-sini masih ada atribut WWF dan sejenisnya.

Salah seorang pemandu wisata di Museum Subak Tabanan, Ni Nyoman Mirahwati mengatakan, jumlah para delegasi yang masih berada di Bali hingga hari ini masih sangat banyak.

BACA JUGA:

Mgr. DR. Paul Budi Kleden Terpilih Jadi Uskup, Mantan Muridnya Arnoldus Dhae Beri Kesaksian, Kisahnya Menginspirasi

“Dalam sehari kita bisa melayani sampai ratusan bahkan ribuan. Mereka umumnya bertanya soal museum, bagaimana sejarah dan apa manfaatnya. Kami akhirnya membentuk beberapa personil untuk melayani semua informasi tersebut. Jumlahnya sangat banyak. Dan dari dialek, kita tahu mereka berasal dari banyak negara di dunia,” ujarnya.

Sementara Manajer Desa Wisata Jatiluwih John K. Purna mengaku, kunjungan para delegasi WWF ke Jatiluwih sesungguhnya sudah terjadi sejak awal pelaksanaan WWF.

Namun kunjungan dengan jumlah yang besar juster terjadi sejak Jumat (24/5/2024) hingga Minggu (26/5/2024). Ia mengakui, jika dihitung sejak hari pertama WWF hingga hari ini Minggu (26/5/2024) bisa lebih dari 6 ribu orang yang datang ke Jatiluwih.

“Ini mungkin karena Jatiluwih ini sudah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO dan juga sangat sesuai dengan tema WWF soal pemanfaatan air berbasis budaya lokal Bali. Mereka penasaran ke Jatiluwih,” ujarnya.

Selama di Jatiluwih, pengunjung yang notabene delegasi WWF ini tidak sekedar melihat pemandangan dari halaman parkir, spot foto, halaman restoran.

Melainkan mereka langsung turun ke sawah, berjalan di atas pematang sawah, dengan jumlah yang banyak. Ini membuat beberapa pemandu bekerja keras untuk memandu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *