DENPASAR, SERANUSA.COM-Bali dilanda krisis bahan bakar minyak (BBM) menjelang Hari Raya Suci Galungan dan Kuningan, 19 dan 29 November 2025.
Kelangkaan BBM, khususnya jenis Pertalite, terjadi hampir sepekan terakhir dan menyebabkan antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Denpasar, Badung, hingga wilayah lain di Pulau Dewata.
Pantauan di lapangan Senin 17 November 2025, antrean kendaraan roda dua maupun roda empat tampak mengular di berbagai SPBU.
BACA JUGA
Banyak warga kecewa karena Pertalite tidak tersedia, sementara SPBU hanya melayani pembelian Pertamax dan Pertamax Turbo.
“Sekarang antre di mana-mana. Sulit sekali cari Pertalite,” keluh seorang warga yang mengantre di SPBU Jalan Mahendradatta, Denpasar.
Seorang petugas SPBU mengaku situasi ini terjadi hampir satu minggu terakhir. Namun ia tidak mengetahui secara pasti penyebab suplai Pertalite terhenti.
“Pertalite kosong. Yang ada hanya Pertamax. Kondisi antre seperti ini sudah hampir sepekan,” ujarnya.
Kelangkaan BBM ini semakin meresahkan masyarakat Bali, terutama karena terjadi pada periode persiapan hari raya Galungan dan Kuningan ketika mobilitas warga meningkat.
BACA JUGA
BTID Jelaskan Fungsi Pelampung di Laguna Kura Kura Bali Selama Proyek Marina
Di Denpasar dan Badung sebagai pusat pariwisata dan ekonomi Bali, situasi menjadi semakin krusial karena tingginya volume kendaraan.
Krama Bali yang hendak pulang ke kampung halaman di sejumlah wilayah Bali juga mengaku kesulitan mendapatkan BBM untuk perjalanan mereka.
Sementara itu, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) dikabarkan mengalami kendala suplai kapal pengangkut BBM akibat cuaca buruk.
Informasi sementara menyebutkan kapal pengangkut BBM baru dapat bersandar di Terminal BBM Sanggaran, Denpasar, pada 18–20 November 2025 dengan membawa sekitar 5.500 kiloliter Pertamax dan 3.000 kiloliter Pertalite.(*)








