Layanan Kesehatan IBTK 2026 di Pura Besakih Libatkan Semua UPTD Puskesmas di Bali

Layanan Kesehatan IBTK 2026 di Pura Besakih Libatkan UPTD puskesmas se Bali.
Layanan Kesehatan IBTK 2026 di Pura Besakih Libatkan UPTD puskesmas se Bali.

KARANGASEM,SERANUSA.COM – Pemprov Bali dibawah kepempinan Gubernur Wayan Koster benar-benar luar biasa mengelola penyelenggaraan Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026.

Pemedek diberikan kenyamanan selama menjalani karya di Pura Agung Besakih. Seluruh OPD terkait di Pemprov Bali dikerahkan untuk melayani masyarakat Bali yang melakukan persembahyangan di Pura Agung Besakih.

Mulai dari layanan shutle bus gratis, parkir yang luas, UMKM yang tertata dan layanan luar biasa lainnya. Termasuk juga keberadaan pos kesehatan di kawasan suci Besakih terus memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat, khususnya para pemedek yang mengikuti rangkaian upacara karya.

Pelayanan kesehatan yang tersedia selama 24 jam ini menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan keamanan dan kenyamanan umat.

Pos kesehatan di Besakih sejatinya telah lama hadir dalam setiap pelaksanaan karya. Namun, dalam tiga tahun terakhir, pengelolaannya berada di bawah koordinasi Pemerintah Provinsi Bali dengan melibatkan seluruh UPTD puskesmas se-Bali. Kolaborasi ini memperkuat kualitas serta cakupan layanan kesehatan yang diberikan di lokasi.

BACA JUGA

Pelayanan Pos Kesehatan 24 Jam di Kawasan Besakih Bantu Pemedek Selama Karya Ida Bhatara Turun Kabeh

“Pelayanan di pos kesehatan berlangsung tanpa henti selama 24 jam dengan sistem operan antarpetugas untuk memastikan layanan tetap optimal.

Hal ini memungkinkan masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan kapan saja, baik pagi, siang, maupun malam hari,” ungkap Ni Putu Eny Trisnawati, salah satu tenaga kesehatan yang bertugas di pos kesehatan tersebut, Rabu (15/4).

Adapun layanan yang tersedia meliputi pemeriksaan kesehatan dasar, seperti pengecekan tekanan darah, penanganan keluhan ringan seperti pusing, mual, dan muntah, serta penanganan cedera ringan akibat aktivitas di lapangan, seperti terkilir atau jatuh.

Selain itu, pos kesehatan juga melayani sulinggih, pemangku, panitia, dan seluruh pemedek yang membutuhkan bantuan medis. Untuk kasus yang memerlukan penanganan lebih lanjut, petugas juga melakukan rujukan ke rumah sakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *