DENPASAR, SERANUSA.COM-Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali mencatat tonggak penting dalam percepatan realisasi investasi dengan dimulainya pembangunan Marina Internasional. Momentum ini semakin kuat dengan kunjungan kerja Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, pada Rabu, 1 Oktober.
Beliau menegaskan dukungan pemerintah terhadap percepatan pengembangan kawasan untuk menjadi prototipe Destinasi Pariwisata Regeneratif.
Pekerjaan marina saat ini berfokus pada pembangunan infrastruktur bawah laut, termasuk pengendalian turbidity dengan silt curtain yang bersifat sementara, sesuai izin dan regulasi lingkungan yang berlaku, untuk memitigasi dampak lingkungan.
Ketika terealisasi, Bali akan memiliki ekosistem marina pertama di Indonesia yang diakui secara standar global, dengan kapasitas hingga 146 super yachts, membuka pintu baru bagi pariwisata maritim berkualitas.
Selain menarik yacht tourism, marina ini juga membuka lapangan kerja serta memperkuat posisi Bali sebagai gerbang maritim Asia Pasifik dan mendukung visi Indonesia sebagai poros maritim dunia.
Widiyanti mengatakan, baru pertama kali ke Kura Kura Bali. Ia menyampaikan rasa kagumnya.
“Luar biasa bagus sekali. Bangunan ini (UID Bali Campus) adalah bukti nyata implementasi SDGs. Juga dengan hadirnya marina ini, harapannya kawasan ini dapat menghadirkan wisatawan yang berkualitas,” kata Menpar Widiyanti.
BACA JUGA
Sejak awal pembangunan KEK Kura Kura Bali telah menanam ratusan ribu pohon dan menjadi rumah bagi sekitar 160 spesies burung dari kawasan Asia Pasifik.
Dalam pengembangannya KEK Kura Kura Bali terus melibatkan warga Desa Adat Serangan dan ikut andil dalam proses transisi menuju terbentuknya Desa Wisata Serangan bersama Bappenas dan Kementerian Pariwisata.
Selain marina, proyek lain di KEK Kura Kura Bali juga tengah berjalan sesuai rencana. Sekolah ACS Bali telah menerima murid baru sejak bulan Juli lalu. The Grand Outlet Bali bersama Mitsubishi Estate telah mencapai lebih dari 50% konstruksi, dan Azur Bali (Villa Residensial) segera diluncurkan.








