Pansus TRAP DPRD Bali Awasi Ketat DTW Jatiluwih, Komit Jaga WBD UNESCO

Pansus TRAP DPRD Bali Awasi Ketat DTW Jatiluwih, Komit Jaga WBD UNESCO, termasuk menghadirkan aktivitas wisata lain yang menambah kesejahteraan petani subak.
Pansus TRAP DPRD Bali Awasi Ketat DTW Jatiluwih, Komit Jaga WBD UNESCO, termasuk menghadirkan aktivitas wisata lain yang menambah kesejahteraan petani subak.

TABANAN,SERANUSA.COM-Panitia Khusus Tata Ruang dan Aset Pemerintah (Pansus TRAP) DPRD Bali akan mengawasi ketat Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih Tabanan. Warisan Budaya Dunia (WBD) di Jatiluwih yang diberikan Unesco akan dijaga. Komitmen Pansus TRAP WBD jatiluwih harus tetap lestari berkelanjutan. 

Pengawasan ini dilakukan menyikapi mulai menyempitnya lahan sawah akibat alih fungsi menjadi bangunan beton, kondisi yang dinilai mengancam identitas budaya Bali serta citra Jatiluwih sebagai destinasi sawah terindah yang dicari wisatawan mancanegara.

Pansus TRAP DPRD Bali menegaskan kehadirannya bukan untuk menghambat pembangunan, tetapi untuk memastikan penataan ruang berjalan benar, menjaga warisan budaya, dan membangun ekonomi rakyat tanpa merusak alam.

BACA JUGA

Pansus TRAP DPRD Bali Tutup 13 Usaha Wisata di DTW Jatiluwih, Langsung Pasang Pol PP Line

“Wisatawan datang untuk melihat hamparan sawah, subak, dan budaya Bali. Bukan beton. Pansus hadir agar masyarakat mendapat manfaat ekonomi yang lebih besar dan bangga terhadap desanya, bukan hanya jadi penonton,” tegas Ketua Pansus TRAP I made Supartha bersama tim dalam sidak, 2 Desember 2025. 

Sejalan dengan Visi Gubernur Bali: Desa Maju, Rakyat Sejahtera 

Lanjut Supartha langkah pengawasan juga selaras dengan program Gubernur Bali yang menekankan kemajuan desa sebagai pusat pertumbuhan, termasuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan mencetak generasi unggul melalui program Satu Keluarga Satu Sarjana.

Pansus TRAP DPRD Bali menyebut Jatiluwih memiliki potensi budaya dan alam yang luar biasa, sehingga harus dijaga dan dikembangkan dengan pendekatan yang menyeimbangkan pelestarian dan kesejahteraan masyarakat.

Pengembangan Budaya dan Ekonomi: Rumah Warga Jadi Homestay  

Untuk memperkuat manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal, sebagai desa wisata berkelas dunia,  Pansus TRAP DPRD Bali juga mendorong rencana pengembangan desa berbasis budaya.

Dalam konsep yang telah disiapkan seperti rumah-rumah penduduk akan ditata dan diarahkan menjadi homestay berstandar internasional. Didesain pula restoran khas desa yang menampilkan kuliner lokal higienis bagi tamu yang berkunjung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *