SERANUSA.COM,DENPASAR-Kota Denpasar harus aman dan nyaman bagi siapapun dan semua krama Bali. Untuk itu, demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), maka aparat gabungan Pemerintah Kota Denpasar menggelar Patroli PESIKIAN DEWI SITA (Potensi Kerawanan Konflik Desa Wisata Serangan Terintegrasi) di seluruh wilayah Kota Denpasar.
Aparat gabungan ini terdiri dari Kesbangpol Kota Denpasar, Polresta, Kodim, Pecalang dan sejumlah pihak terkait. Aparat gabungan akan menjaga dan mengamankan kota dengan patroli setiap hari Sabtu di beberapa titik rawan.
Kepala Kesbangpol Kota Denpasar A.A Ngurah Gede Darma Putra Atmadja menjelaskan, sebanyak 50 orang aparat gabungan akan diterjunkan dalam operasi PESIKIAN DEWI SITA.
“Aparat gabungan ini terdiri dari polisi dari Polresta 10 personil, TNI dari Kodim 10 personil, Pecalang 10 personil, dan Kesbangpol 20 personil,” katanya.
Dia mengatakan, Patroli PESIKIAN DEWI SITA (potensi Kerawanan Konflik Desa Wisata Serangan Terintegrasi) akan fokus pada empat titik yang dianggap paling rawan di Kota Denpasar.
” 4 titik rawan ini yakni lapangan Puputan Denpasar, lapangan Lumintang, Taman Pancing, dan jembatan Serangan,” tegasnya.
Menurut A.A Ngurah Gede Darma kegiatan rutin akan dijalankan Kesbangpol dan semua tim terpadu. Tujuannya terkait pemantauan kerawanan di kota Denpasar.
Ia mengimbau seluruh krama Bali dan warga yang beraktivitas di Denpasar Bali untuk tetap menjaga kamtibmas di masing-masing wilayah agar bisa meminimalisir tindakan kriminal dan negatif lainya. (*)








