SINGARAJA, SERANUSA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Buleleng menggelar Focus Group Discussion (FGD) pembahasan Dokumen Deskripsi dan Peta Indikasi Geografis (IG) Batu Pulaki Buleleng Bali, Senin (8/12), di Aula Kantor Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran perangkat daerah, akademisi, praktisi, Tim Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Batu Pulaki, serta melibatkan sesi koordinasi secara daring bersama Kementerian Hukum dan HAM.
Kepala Brida Buleleng, Ketut Suwarmawan, menegaskan pentingnya IG sebagai bentuk perlindungan dan penguatan potensi Batu Pulaki.
BACA JUGA
“Batu Pulaki sangat potensial. Dampak IG memang tidak langsung dirasakan, namun manfaat jangka panjangnya besar. Banyak merek atau ciptaan yang digunakan pihak lain sehingga identitas kita perlahan hilang. Kasus kopi Lemukih dan Wanagiri yang IG-nya terdaftar di Bangli menjadi pembelajaran. Tahun ini, astungkara, kita berupaya agar Buleleng mendapatkan haknya,” ujar Suwarmawan.
Ia menambahkan, secara hukum kelompok MPIG harus memiliki legalitas agar bisa memperoleh dukungan pemerintah.
“Kami berharap masyarakat makin mandiri, terutama dalam pemasaran. Ini komitmen kami melalui konsep pentahelix bersama OPD terkait. Semoga proses pendaftaran IG berjalan cepat dan sukses,” tegasnya.
Perbekel Desa Banyupoh, Putu Sukarata, juga menyampaikan apresiasi atas upaya pemerintah dalam memajukan kerajinan batu akik di wilayahnya.
“Terima kasih telah menginisiasi dan memperjuangkan legalisasi Batu Akik Pulaki. Pemerintah sudah membantu para perajin untuk mematenkan produk dan potensi alam kami.
Mudah-mudahan prosesnya segera tuntas agar nilai produksi meningkat, bahkan bisa go internasional dan memiliki identitas resmi. Ini akan berdampak besar pada perekonomian perajin di Desa Banyupoh,” ujarnya.
Sementara itu, Peneliti dari Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja, Ida Bagus Putu Eka Suadnyana, menjelaskan Batu Pulaki memiliki kekhasan geologis sekaligus nilai religius sebagai bagian dari kawasan suci Pulaki.








