Warga Keluhkan Bising, Getar, dan Polusi Udara PLTGU Pemaron, Wabup Buleleng Gede Supriatna Langsung Turun Tinjau

Wakil Bupati Buleleng Tinjau PLTGU Pemaron, Akomodir Keluhan Warga Terkait Kebisingan dan Polusi.
Wakil Bupati Buleleng Tinjau PLTGU Pemaron, Akomodir Keluhan Warga Terkait Kebisingan dan Polusi.

SINGARAJA, SERANUSA.COM – Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna alias Supit, melakukan kunjungan kerja ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Pemaron, Rabu (8/10).

Kunjungan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas sejumlah keluhan masyarakat sekitar terkait tingkat kebisingan, getaran, serta polusi udara yang bersumber dari aktivitas pembangkit listrik tersebut.


Kunjungan tersebut juga menjadi langkah awal koordinasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng dengan PT PLN (Persero) untuk mencari solusi yang seimbang antara kebutuhan energi dan kenyamanan masyarakat.

BACA JUGA

Reses Komisi IV DPR RI di Buleleng, Petani Terima Bantuan Alsintan dan Bibit Unggul


Wabup Supriatna menjelaskan, tujuan kunjungan ini adalah untuk mengetahui kondisi aktual di lapangan sekaligus memastikan penanganan terhadap keluhan masyarakat berjalan dengan baik. Ia menegaskan, Pemkab Buleleng tidak menutup mata terhadap dampak sosial dan lingkungan yang mungkin muncul akibat keberadaan pembangkit listrik.


“Saya berkunjung ke PLTGU Pemaron ini untuk mengetahui lebih jauh kondisi di lapangan. Sudah hampir setahun masyarakat menyampaikan keluhan terkait kebisingan, getaran, dan polusi udara. Maka dari itu, kami berkoordinasi dengan manajemen di sini dan PLN Bali Utara untuk mengupayakan langkah-langkah maksimal dalam mengurangi gangguan yang dirasakan warga,” ujar Supriatna.


Lebih lanjut, Supriatna mengatakan bahwa pemerintah daerah telah mendorong PLN agar melakukan langkah mitigasi secara berkelanjutan, termasuk pemantauan kualitas udara, tingkat kebisingan, dan intensitas getaran.

Selain itu, Pemkab Buleleng juga berencana melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memastikan proses pengukuran dampak lingkungan dilakukan secara transparan dan akuntabel.


“Kita pahami kebutuhan daya listrik di Bali cukup besar, tapi keluhan masyarakat juga harus kita akomodir. Harapannya, masyarakat tetap nyaman tinggal di sekitar kawasan pembangkit ini,” tambahnya.
Sementara itu, Manager PT PLN (Persero) UP3 Bali Utara, Ela Shinta, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya teknis untuk menekan tingkat kebisingan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *