Wayan Koster Sang Penyelamat Seni dan Budaya Bali, Gen Z: Suksma Pak Koster

Gubernur Bali 2018-2023 Wayan Koster dan Gen Z ISI Denpasar Putu Dylan. FOTO ist
Gubernur Bali 2018-2023 Wayan Koster dan Gen Z ISI Denpasar Putu Dylan. FOTO ist

SERANUSA.COM,DENPASAR-Seni dan budaya Bali merupakan harta semeton Bali yang wajib dijaga.

Seni Budaya tak boleh punah. Inilah aset daerah yang menghidupkan semua orang dari sektor pariwisata.

Seni budaya bali bukan aset tambang emas yang akan habis setelah di eksploitasi. Namun seni budaya juga bisa punah jika tak dijaga dan lestarikan keberadaanya.

Gubernur Bali 2018-2023 Dr.Ir. Wayan Koster, MM merupakan sosok penyelamat seni budaya Bali. Penilaian ini disampaikan generasi Z (gen Z) dan milenial Bali yang berkecimpung di seni budaya.

BACA JUGA

Siap Bayar Rp 500 Juta jika Medsos dan Akun Google Kamu ditemukan Konten Ini, Wajib Waspada Semeton

Mereka bangga ada pemimpin Bali dari basic seni yang paham menjaga seni budaya sebagai aset pariwisata Pulau Dewata.

Para Gen Z dan Milenial ini secara khusus menyampaikan rasa terima kasih begitu besar kepada sosok Wayan Koster.

Mahasiswa ISI Denpasar Bali, Putu Dylan Adi Pramana mengatakan, seni Budaya Bali tak Akan Punah di Tangan Wayan Koster.

“Sekarang kita punya Gubernur Bali yang memiliki basic dasar seni seperti kompetensi Megambel itu luar biasa. Karena jarang kita melihat seorang Gubernur memiliki dasar seni,” kata Putu Dylan.

BACA JUGA:

Dhyana Pura Minta Dua Terdakwa Kembalikan Uang yang digelapkan, Pengurus Kedepankan Kekeluargaan dan Kasih

Dia mengatakan, Pak Wayan Koster salah satu pemimpin di Bali yang penuh dengan kharisma seni dan budaya. Ia berhasil menjaga kearifan lokal Bali demi kehidupan pariwsata Bali ratusan tahun kedepan.

Apa yang dilakukan Koster saat ini akan bermanfaat bagi generasi muda Bali kedepan.

“Saya sangat bangga sekali dengan Pak Wayan Koster. Suksma Pak Koster,” kata Putu Dylan.

Beberapa hal yang ia ketahui dari Wayan Koster yakni programnya ketika mengangkat derajat arak bali di mata internasional.  

“Salah satunya mengangkat derajat arak Bali di mata dunia, dan juga mewajibkan mengenakan pakaian adat Bali setiap hari kamis dan masih banyak lagi,” katanya.

Putu Dylan termasuk satu diantara ribuan mahasiswa ISI Denpasar Bali yang mengikuti kuliah umum Wayan Koster, Rabu 22 Mei 2024 lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *