SINGARAJA, SERANUSA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan Bakti Lingkungan Hidup yang digelar dalam rangka HUT ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Pantai Banjar, Kecamatan Banjar, Selasa (30/9).
Kegiatan ini dipimpin Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra bersama Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG.
BACA JUGA
Buleleng Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Vovinam ke-8 Tahun 2025
Fokus kegiatan adalah pemasangan terumbu karang dan pelepasan rumpon apung sebagai langkah nyata menjaga keberlanjutan ekosistem laut.
Selain itu, turut dibagikan paket sembako kepada masyarakat kurang mampu sebagai bentuk kepedulian sosial.
Kehadiran pemerintah daerah bersama TNI diharapkan menjadi dorongan kuat bagi masyarakat pesisir untuk ikut menjaga laut dan lingkungan sekitar.
Bupati Sutjidra menekankan pentingnya pelestarian laut bagi masa depan ekosistem sekaligus kesejahteraan nelayan.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjaga alam, tetapi juga mendatangkan manfaat ekonomi.
BACA JUGA
Usai Dipanggil Gubernur Koster, GWK Siap Bongkar Pagar, Komit Jaga Harmonisasi dengan Warga
“Dengan terjaganya terumbu karang, ekosistem laut akan pulih, biota berkembang biak, dan nelayan bisa memperoleh hasil tangkapan lebih baik,” ungkapnya.
Ia menambahkan, garis pantai Buleleng sepanjang 157 kilometer—terpanjang di Bali—menghadapi tantangan serius berupa abrasi dan pelanggaran sempadan pantai.
Hal ini membutuhkan perhatian bersama.
“Revetment atau penguatan dinding pantai perlu terus dikerjakan.
Selain itu, penertiban terhadap pelanggaran di sempadan pantai juga harus ditegakkan kembali,” tegas Sutjidra.
Sementara itu, Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra menjelaskan bahwa kegiatan ini berangkat dari keluhan nelayan yang semakin sulit mendapatkan ikan di sekitar pantai.
Jika sebelumnya cukup melaut sejauh 700 meter, kini mereka harus berlayar hingga beberapa mil ke tengah laut.
“Melalui pemasangan terumbu karang dan rumpon apung ini, diharapkan ikan-ikan kecil dapat tumbuh dan menarik ikan-ikan besar, sehingga tangkapan meningkat dan biaya operasional nelayan lebih ringan,” jelasnya.








