Banyak Kapal ‘Nongkrong’ dan Jemur Pakain Dalam di Pelabuhan Benoa, Pelindo Dukung Direlokasi, Marina Internasional harus Bersih

Banyak Kapal 'Nongkrong' dan Jemur Pakain Dalam di Pelabuhan Benoa, Pelindo Dukung Direlokasi, Marina Internasional harus Bersih. FOTO ist IG PT Pelindo Regional Bali Nusra.
Banyak Kapal 'Nongkrong' dan Jemur Pakain Dalam di Pelabuhan Benoa, Pelindo Dukung Direlokasi, Marina Internasional harus Bersih. FOTO ist IG PT Pelindo Regional Bali Nusra.

DENPASAR,SERANUSA.COM– Marina Internasional, Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) berada di area Pelabuhan Benoa Denpasar Bali. Lokasi ini harus clear dari pemandangan kumuh.

Karena rute kapal pesiar dan yacht ke BMTH akan melewati jalur perairan teluk Benoa dan bersandar di area pelabuhan untuk selanjutnya menikmati keindahan pariwisata Bali dan Indonesia. 


Untuk itu, Pemerintah Pusat melalui kementerian terkait dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) akan merelokasi kapal-kapal penangkap ikan yang parkir di area ini ke lokasi Pelabuhan Ikan Pengambengan Jembrana. 

“Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Denpasar Bali mendukung relokasi kapal penangkap ikan di Pelabuhan Benoa. Pelindo juga menilai tak elok jika ada Marina Internasional dan di sekitarnya banyak kapal-kapal penangkap ikan yang hanya nongkrong dan banyak jemuran pakain dalam diatasnya,”  tegas Fariz Hariyoso, Sub Regional Head Pelindo Bali Nusra kepada awak media belum lama ini. 


Dia mengatakan, pelabuhan Benoa lebih tepat sebagai tambatan kapal penangkap ikan tuna. Karena ikan tuna butuh kecepatan didistribusi ke luar negeri. Jaraknya lebih dekat ke bandara. 

BACA JUGA

Dua Marina Internasional Tambah Kepadatan Bali Selatan, Harusnya Satu di Bali Utara


“Kami sudah melihat sendiri, banyak (kapal pengkap ikan) yang nongkrong saja ada jemuran pakain dalamnya. Satu sisi kita ingin dijadikan pelabuhan marina seperti di Singapura, malah orang datang melihat ada pakaian dalam dan lain-lainnya,” ujarnya. 


Fariz Hariyoso menyampaikan untuk kapal penangkap ikan selain tuna cocok di relokasi ke pelabuhan perikanan Nusantara Pengambengan Jembrana. 


“Ya rencananya nanti kami bersama KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan) semua akan kita rapatkan,” katanya. 


Ia menambahkan, kapal penangkap ikan biasa kondisinya tampak kumuh dibanding kapal penangkap tuna yang lebih bersih.

Mungkin lanjut dia, Pak Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat berkunjung langsung ke BMTH di pelabuhan Benoa telah melihat kondisi tersebut. Sehingga Menko AHY mengarahkan agar direlokasi ke Pengambengan. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *