Bupati dan Wakil Bupati Tabanan Hadiri HUT Ke-21 Baladika Bali, Usung Tri Hita Karana

Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-21 Baladika Bali yang diselenggarakan di Pura Luhur Batukau, Wongaya Gede, Penebel, Senin (5/5). Foto Pemkab Tabanan
Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-21 Baladika Bali yang diselenggarakan di Pura Luhur Batukau, Wongaya Gede, Penebel, Senin (5/5). Foto Pemkab Tabanan

TABANAN, SERANUSA.COM– Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-21 Baladika Bali yang diselenggarakan di Pura Luhur Batukau, Wongaya Gede, Penebel, Senin (5/5).

Acara yang diwarnai dengan nuansa kekeluargaan dan semangat kebersamaan tersebut, dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan komponen masyarakat.

Termasuk diantaranya, Jero Mangku Lanang Istri, Wakil Gubernur Bali yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Aliansi Baladika Bali, Bapak I Nyoman Giri Prasta, Anggota DPR RI Dapil Bali, Wakil Bupati Tabanan, perwakilan Forkopimda Provinsi Bali dan Kabupaten Tabanan, Anggota Baladika Bali, Laskar Bali, serta para undangan lainnya.

Peringatan HUT tahun ini mengusung tema “Tri Hita Karana untuk Bali Santi”, dengan harapan terwujudnya keharmonisan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam, dan manusia dengan sesamanya.

BACA JUGA

Marak Ormas Berkedok Pengamanan, Polda Bali Tindak Tegas, Daniel Adityajaya: Polisi Dibentuk Lindungi dan Layani Warga

Semangat tersebut diwujudkan dalam berbagai kegiatan sosial dan lingkungan yang dilaksanakan sejak 17 April 2025, di antaranya sembahyang bersama, bersih-bersih pantai dan area publik, penanaman pohon, penebaran benih ikan, serta aksi sosial berupa pembagian sembako dan donor darah.

Dalam sambutannya, I Nyoman Giri Prasta menegaskan komitmen Baladika Bali sebagai organisasi masyarakat yang berdiri tegak mendukung keberadaan desa adat dan peran pecalang.

“Kita sebagai ormas harus tetap tegak lurus terhadap adat, karena kita berada di bawah naungan desa adat masing-masing, apalagi desa adat dengan bhaga pawongan ada yang disebut dengan pecalang, maka pecalang ini akan memperkuat daripada itu.” tutupnya.

BACA JUGA

Polisi dan Pecalang Bersatu Jaga Bali, Amankan Wisata Pulau Dewata

Sementara itu, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi tinggi atas eksistensi Baladika Bali sebagai elemen penting penjaga keamanan dan pelestari budaya di Bali.

Ia menekankan bahwa kekayaan budaya Bali tidak cukup hanya dijaga melalui seremoni, tetapi membutuhkan keberanian dan dedikasi dari para penjaga sejati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *