SERANUSA.COM, DENPASAR-Distribusi gas LPG 3 kilogram (kg) di Bali bakal ditata ulang. Seiring dengan kelangkaan yang terjadi di sejumlah daerah di Bali.
Situasi dan kondisi kelangkaan gas LPG 3 Kg di Pulau Dewata telah dilaporkan kepada Menteri ESDM Arifin Tasrif.
Bahkan pemerintah juga telah mengetahui jika beberapa lokasi di Bali menjual gas LPG 3 kilogram dengan harga diatas HET yakni menembus Rp 40 ribu per tabung.
BACA JUGA:
Gas LPG 3 Kg di Bali Dijual Rp 40 Ribu, Pemprov Bali Langsung Telepon Menteri ESDM
Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, Pemprov Bali sudah laporkan ke Kementerian ESDM soal kelangkaan gas LPG 3 kilogram di Bali.
Bahkan Kepala Dinas Naker dan ESDM Bali sudah berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya mulai dari Pertamina, Hiswana Migas dan seterusnya.
“Kita meminta untuk menata kembali distribusinya, dimana daerah yang dengan permintaan tinggi agar dilayani terlebih dahulu. Stok gas LPG 3 kilogram yang berada di kabupaten dengan permintaan yang normal agar digeser ke daerah lain yang dengan permintaan yang tinggi,” ujarnya Jumat (31/5/2024).
Hasilnya diketahui bahwa untuk gas LPG 3 kilogram kan ada kuotanya masing-masing daerah.
Kuota tiap kabupaten di Bali itu berbeda dan sudah disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.
“Ternyata kita di Bali, hampir setiap tahun antara kuota dengan permintaan itu selalu ada selisihnya. Artinya permintaan lebih banyak dari kuotanya.
Oleh karena itu yang bisa kita lakukan adalah mengatur distribusinya di daerah-daerah mana yang permintaannya relatif lebih kecil kuotanya masih tersisa kita geser ke daerah lainnya yang permintaannya relatif lebih tinggi,” ujarnya.
BACA JUGA:
Pemkot Denpasar Akui Gas LPG 3 Kg Langka, Cek SPPBE Kuota Distribusi Tak Berkurang
Saat ini sudah dilakukan pergeseran stok dari daerah yang lebih kecil permintaannya ke daerah yang permintaannya besar. Permintaan yang besar itu ada di Denpasar, Badung dan Gianyar. Penggeseran sudah dilakukan sejak dua hari yang lalu dan masih dilakukan sampai hari ini.








