Nyoman Parta Minta Polri Atensi Kasus Penipuan Puluhan Tenaga Kerja Magang Diduga Libatkan ITB STIKOM Bali

Korban Rohani Martha Butarbutar (48) langsung menemui Anggota DPR RI Komisi X Nyoman Parta di Denpasar Minggu 25 Mei 2025.

Korban Rohani Martha Butarbutar (48) menemui Anggota DPR RI Komisi X Nyoman Parta di Denpasar Minggu 25 Mei 2025. Foto SERANUSA. Com
Korban Rohani Martha Butarbutar (48) menemui Anggota DPR RI Komisi X Nyoman Parta di Denpasar Minggu 25 Mei 2025. Foto SERANUSA. Com

DENPASAR,SERANUSA.COM-Kasus dugaan penipuan dan  penggelapan puluhan calon tenaga kerja magang yang diduga melibatkan kampus ITB STIKOM Bali yang kini sedang diproses oleh Polresta Denpasar langsung direspon DPR RI dapil Bali. 

Korban Rohani Martha Butarbutar (48) langsung menemui Anggota DPR RI Komisi X Nyoman Parta di Denpasar Minggu 25 Mei 2025.

Di hadapan Nyoman Parta, korban membeberkan kronologi serta bukti-bukti yang dimilikinya. Dokumen dan sejumlah bukti transfer ke terlapor Gde Agus Wardhana (GAW) dan diduga ke rekening ITB Stikom Bali dibuka di hadapan Parta. 

BACA JUGA

Martha Adukan PT WDS ke Polresta Terkait Penipuan, STIKOM Bali Diduga Terlibat, Bukti Transfer Puluhan Juta Dibeberkan

Rohani Martha Butarbutar (RMB) menjelaskan, karena sangat membutuhkan uang hasil pembayaran ke STIKOM dan ke PT WDS, dirinya melihat postingan di media sosial soal sosok Nyoman Partha.

 “Saya melihat postingan di media sosial soal Pak Nyoman Parta yang sering cepat merespon persoalan masyarakat. Saya mencoba menghubungi Pak Nyoman Parta dan baru saya tahu kalau beliau adalah anggota DPR RI Komisi X. Saya minta bantuan ke beliau untuk membantu mengembalikan uang saya baik yang ke STIKOM maupun yang saya transfer ke PT WDS,” ujarnya di Denpasar, Minggu (25/5/2025). 

Ia mengakui jika dirinya sangat senang bertemu Nyoman Parta. Kepada Parta, korban memberikan banyak bukti transfer dan dokumen lainnya untuk meyakinkan jika dirinya adalah korban bersama puluhan tenaga kerja magang lainnya dari janji manis PT WDS. 

BACA JUGA

ITB STIKOM Bali Bakal Laporkan Gde Agus Wardhana ke Polisi, Minta Perusahaan Kembalikan Dana Korban secara Utuh

Ia juga meyakinkan bahwa banyak korban yang bernasib serupa yang takut berjuang terutama korban-korban asal Bali.

Nyoman Partha saat dikonfirmasi membenarkan jika dirinya sudah bertemu korban. 

“Ibu Rohani Martha Butarbutar menghubungi saya untuk berbicara kasus yang sedang dia hadapi. Ternyata yang menjadi korban bersama dengan Martha adalah sebanyak 45 orang awalnya. Lalu banyak yang mundur karena tidak sanggup menunggu kabar yang terlalu lama, sehingga tersisa 22 orang yang masih setia dan bertahan. Di antara 22 orang ini, ketika saya melihat namanya di grup WhatsApp, ternyata banyak sekali warga Bali, orang Bali namun mereka takut berjuang,” ujarnya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *