SERANUSA.COM-BADUNG, Aktivitas Warga Negara Asing (WNA) yang merebut mata pencarian warga lokal Bali secara ilegal makin menjadi-jadi.
Tidak hanya merambah dan mengambil alih usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Bali.
Kini sejumlah WNA di Bali juga telah merebut lapangan pekerjaan di dunia pendidikan dengan mendirikan sekolah berkedok “development center”.
Dan lebih parah menjadikan sarana akomodasi vila sebagai tempat proses belajar mengajar sekolah pendidikan anak usia dini (PAUD); play grup dan taman kanak kanak.
Sumber media ini, Jumat 16 Agustus 2024 menceritakan dugaan sekolah yang dimaksud adalah Luminaris Developing Unique Potential.
Menurut sumber, aktivitas pusat pendidikan setingkat PAUD dan Taman Kanak-Kanak ini telah berlangsung beberapa bulan ini.
Berdasarkan data dihimpun diketahui, Luminaris Developing Unique Potential dipimpin Co Founder bernama Jasmin Brunner.
Kabarnya, ia seorang WNA berasal dari Ukraina. Jasmin dibantu oleh petugas Edukasi dan Administrasi bernama Kristina Juniaty.
“Profesi guru, pendidik, pengajar di Indonesia khususnya Bali pun telah diambil alih warga negara asing. Parahnya, akomodasi vila digunakan sebagai sekolah,” tutur sumber yang tak ingin namanya di media.
Sementara politisi asal Legian yang juga Ketua Aliansi Pelaku Pariwisata Marginal Bali, Wayan Puspanegara meminta Pemkab Badung, Imigrasi dan Polda Bali serta Tim Pengawasan Orang Asing segera turun ke lokasi guna memeriksa.
Apalagi menurut dia, pemerintah Badung harus segera bersikap karena terjadi penyalahgunaan akomodasi properti vila untuk kepentingan operasional sekolah.
“Yang jelas aturan vila yang peruntukannya untuk akomodasi bukan untuk sekolah. Tidak sesuai peruntukannya. Artinya kita minta supervisi, evaluasi, monitoring dari unit terkait (pemerintah, imigrasi, Polda Bali) harus lebih agresif karena ada kelemahan di sini,” tegas Puspanegara saat dihubungi, Minggu (18/7/2024).
Pantauan awak media di di lokasi, terlihat gedung vila lantai tiga di Gang Jalak XI Tibubeneng Kuta Utara, dijadikan pusat pendidikan anak Luminaris Developing Unique Potential.








